:)
Selamat Membaca...Semoga Bermanfaat.
Ekonomi Islam, Etika Bisnis Islam, Mikro-Makro Islam

Pengawasan Pasar (Hisbah) Pada Masa Umar Bin Khattab


Anas Malik,SEI

Hisbah secara etimologis dan terminologi berkisar pada memerintahkan kebaikan dan mencegah kemungkaran (amal ma’ruf nahi mungkar). Sedangkan makna terminologis hisbah adalah memerintahkan kebaikan apa bila ada yang meninggalkanya, dan melarang kemungkaran apa bila ada yang melakukannya.1

Menurut Ibnu Khaldun dalam kitabnya Al-Muqadimah mengatakan; ” Jabatan pengawasan pasar (hisbah) adalah kedudukan keagamaan, jabatan itu termasuk bagian dari kewajiban “amar ma’ruf nahi munkar”. Yang merupakan kewajiban bagi orang yang mengurusi persoalan kaum muslimin. Untuk menduduki jabatan itu dipilih orang ya dipandang layak. Maka kewajiban itu pun berpindah kepada orang yang terpilih. Dia boleh mempergunakan orang lain untuk membantunya dalam mengemban tugas tersebut. Dia mencari kemungkaran dan mengaplikasikan hukuman yang tepat serta tindakan korektif.2

Hisbah adalah cara terpenting dalam pengawasan terhadap kehidupan ekonomi, dimana Umar langsung melakukan peran sebagai muhtasib (pengawas), dan mengawasi umat baik siang dan malam, membawa tongkat dan berkeliling kepasar-pasar untuk melakukan pengawasan terhadap perilaku dan kegiatan orang-orang di Madinah. Membawa tongkat dan mengajarkanya. Maksudnya adalah bahwa Umar berkeliling pada malam hari, dan mendatangi rumah-rumah umat Islam untuk mengetahui keadaan mereka dan mengetahui orang-orang yang membutuhkan dan teraniaya, mengetahi orang-ornag yang mempunyai masalah, mencegah kegiatan yang berbahaya dan lain sebagainya.3

Mekanisme pasar berjalan normal, tidak ada pengendalian harga, tetapi Umar tetap berusaha mendapatkan informasi tentang situasi harga dipasar. Bahkan informasi harga yang sulit di jangkau. Umar seringkali terjun (inspeksi) berkeliling kepasar, bila ada gejala penyimpangan, ia menegur dan berkata,” Yang boleh berdagang dipasar ini hanyalah mereka yang memahami aturan,”4

Hisbah terhadap kegiatan ekonomi mempunyia beberapa tujuan. Pengawasan pasar merupakan tugas pertama seorang muhtasib (pengawas) pada masa permulaan Islam.

Tujuan hisbah terhadap kegiatan ekonomi pada masa Umar Ra adalah:5

  1. Memastikan dijalankanya aturan-aturan kegiatan ekonomi.

  2. Mewujudkan keamanan dan ketentraman

  3. Mengawasi keadaan rakyat.

  4. Melarang orang membuat aliran air tanpa adanya kebutuhan

  5. Menjaga kepentingan umum

  6. Mengatur transaksi dipasar

Sedangkan tujuan hisbah terhadap pasar pada zaman Umar adalah:6

  1. Kebebasan keluar masuk pasar

  2. Mengatur promosi dan propoganda

  3. Larangan menimbun barang

  4. Mengatur perantara perdagangan

  5. Pengawasan harga7

  6. Pengawasan barang yang diimpor dan mengambil ’Ushr (pajak 10%)

Footnote:

1Jaribah bin Ahmad Al-Haritsi, Al-FiqhAl-Iqtishadi Li Amiril Mukmin Umar ibnu Al-Khattab,alih bahas, Asmuni Solihan Zamakhsyari, Fikih Ekonomi Umar bin Al-Khattab, khalifah, Jakarta, 2006, hal.587

2Ibnu Khaldun, Muqadimah, Alih Bahasa, Ahmadie Thoha, Muqadimah Ibn Khaldun. Cet. VII, Pustaka Firdaus, Jakarta, hal.275

3Jaribah bin Ahmad Al-Haritsi.op.cit., hal.587

4Mohammad Hidayat,op,cit., hal.209

5Jaribah bin Ahmad Al-Haritsi, op.cit., hal.591

6Ibid.

7 Umar adalah orang pertama yang melakukan campur tangan untuk mengatur harga dalam Islam, diantaranya adalah larangan menurunkan harga dan menjual dengan harga pasar.


About Anas Malik

Ekonomi Syariah solusi untuk Perekonomian dunia

Diskusi

Belum ada komentar.

Kritik dan Saran

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Pos-pos Terbaru