:)
Selamat Membaca...Semoga Bermanfaat.
Mikro-Makro Islam

Pengertian Kebijakan Fiskal


Oleh : Anas Malik

Menurut Wolfsonsebagaimana dikutip Suparmoko.1Kebijakan fiskal (fiskal policy) merupakan tindakan-tindakan pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan umum melalui kebijakan penerimaan dan pengeluaran pemerintah, mobilisasi sumberdaya, dan penentuan harga barang dan jasa dari perusahaan.

Sedangkan menurut Samuel dan Nordhaus kebijakan fiskal adalah:2Proses pembentukan perpajakan dan pengeluaran masykat dalam upaya menekan flutuasi siklus bisnis, dan ikut berperan dalam menjaga pertumbuhan ekonomi, penggunaan tenaga kerja yang tinggi, bebeas dri laju inflasi yang tinggi dan berubah-ubah”.

Musgrave dalam hal ini mengatakan, Kebijakan fiskal adalah Setiap tindakan perpajakan dan pengeluaran tertentu untuk mempengaruhi perekonomian dengan tiga cara: alokasi, distribusi dan stabilisasi perekonomian.3

Menurut Wirasasmita (dkk).4 fiskal berhubngan dengan uang dan kredit, terutama keuangan pemerintah. Sementara Kebijakan Fiskal (fiskal policy) adalah kebijakan pemerintah mengenai pajak, hutang negara (publik debt), pengadaan dan pembelanjaan dana pemerintah serta kebijakan-kebijakan tersebut menyangkut efek-efek yang ditimbulkannya terhadap kegairahan swasta dan terhadap perekonomian secara keseluruhan.

Menurut Abdul Mannan.5Kebijakan fiskal adalah Langkah pemerintah untuk membuat perubahan–perubahan dalam sistem perpajakan atau dalam pembelanjaan, yang bertujuan untuk mengatasi masalah-masalah ekonomi yang dihadapi Negara.

Kebijakan fiskal merupakan kebijakan yang diambil oleh pemerintah dalam rangka mengatur pendapatan dan pengeluaran Negara untuk mempengaruhi perekonomian agar lebih baik atau stabil. Kebijakan fiskal mempunyai peran yanga sangat penting dalam perekonomian makro.

Kebijakan Fiskal bisa dikatakan salah satu kebijakan ekonomi makro yang sangat penting dalam rangka:6

  1. Membantu memperkecil fluktuasi dari siklus usaha.

  2. Mempertahankan pertumbuhan ekonomi yang sustainable, kesempatan kerja yang tinggi

  3. Membebaskan dari inflasi yang tinggi atau bergejolak

Ketiga poin tersebut terlihat bahwa arah kebijakan ekonomi yang secara teori ketika lahir, memang di arahkan untuk menstabilkan ekonomi makro. Dalam p-erkembangan terakhir, di arahkan untuk mengurangi deficit anggaran. Kebijakan fiskal merujuk pada kebijakan yang dibuat pemerintah untuk mengarahkan ekonomi suatu Negara melalui pengeluaran dan pendapatan (berupa pajak) pemerintah. Dari sisi pajak jelas jika mengubah tarif pajak yang berlaku akan mempengaruhi pada ekonomi. Jika pajak diturunkan maka kemampuan daya beli masyarakat akan meningkat dan industry akan dapat meningkatkan jumlah output.

Dan sebaliknya, kenaikan pajak akan menurunkan daya beli masyarakat serta menurunkan output industri secara umum, Perubahan tingkat dan komposisi pajak dan pengeluaran pemerintah dapat mempengaruhi variable-variabel seperti permintaan agrerat dan tingkat aktivitas ekonomi, pola persebaran sumber daya, distribusi pendapatan, variable-variabel tersebut biasanya akan terkait dengan kebijakan anggaran.

Jika kita melihat awal penggunaan kebijakn fiskal . Pada awalnya, kebijakan fiskal hanya mengarah pada situasi yang dihadapi pada saat itu, yaitu bagaimana kebijakan fiskal tersebut dapat mengatasii pengangguran dan juga digunakan untuk mengatasi inflasi ( pada saat perang dunia ke II banyak Negara yang mengalami Hiperinflasi).

Kebijakan fiskal yang dilakukan oleh negara-negara Eropa dan Amerika Serikat baru muncul pada tahun 1930-an. Sebelum tahun tersebut, pemerintah negara-negara Kapitalis, hanya menjadikan pajak sebagai sumber pembiayaan negara sedangkan pengeluaran pemerintah hanya dijadikan sebagai alat untuk membiayai kegiatan-kegiatan pemerintah tanpa melihat dampaknya terhadap perekonomian nasional baik secara mikro maupun makro.

Sebelum tahun 1930-an, pengeluaran pemerintah hanya dianggap sebagai alat untuk membiayai kegiatan-kegiatan pemerintah, dan dinilai berdasarkan atas manfaat langsung yang dapat ditimbulkan tanpa melihat pengaruh terhadap pendapatan nasional. Sebaliknya, pajak hanya dianggap sebagai sumber pembiayaan pengeluaran Negara dan belum diketahui pengaruhnya terhadap pendapatan nasional. Akibatnya pada masa depresi, dimana penerimaan pemerintah menurun, maka pengeluaran pemerintah harus dikurangi. Hal ini justru berakibat pada semakin rendahnya pendapatan nasional serta semakin lesunya perekonomian. Kalau timbul deflasi atau inflasi, kebijakan yang dipercayai untuk menanggulanginya adalah kebijakan moneter melalui bank sentral dan bukan kebijakan fiskal.7

Sejak terjadinya depresi ekonomi yang melanda dunia pada tahun 1930, negara-negara Kapitalis menghadapi permasalahan yang besar dengan turunnya pendapatan pemerintah, perekonomian yang lesu, pengangguran yang meluas, dan inflasi. Kebijakan moneter yang selama ini digunakan pemerintah untuk menstabilkan ekonomi tidak dapat mengatasi depresi ekonomi. Sampai akhirnya John M. Keynes pada tahun 1936 menerbitkan bukunya yang terkenal “The General Theory of Employment Interest and Money”. Buku Keynes ini merupakan peletak dasar diberlakukannya kebijakan fiskal oleh negara yang pada saat itu digunakan untuk mengatasi depresi ekonomi terutama di Amerika Serikat.8

Dasar pemikiran tentang kebijakan fiskal adalah bahwa pemerintah tidak dapat disamakan dengan individu dari pengaruh tindakan masing-masing terhadap masyrakat secara keseluruhan. Umumnya para individu akan mengurangi pengeluaran apabila penerimaanya menurun, sedangkan pemerintah tidak harus demikian, hal ini karena apabila pemerintah mengurangi pengeluaranya, maka tindakan tersebut justru akan lebih menyusahkan atau memperberatjalanya perekonomian.

Menurunya pengeluaran pemerintah akan berakibat pada menurunnya pendapatan masyrakat sebagai objek pajak dan selanjutnya justru memperkecil penerimaan pemerintah. Disamping itu, juga disadari bahwa dalamm masa depresi, banyak dana masyrakat atau swasta yang menganggur , sehingga peningkatan dalam pengeluaran pemerintah tidak akan mengurangi investasi sektor swasta lewat kenaikan tingkat bunga.9

Saat ini, kebijakan fiskal menempati posisi yang sangat strategis dalam pembangunan perekonomian dalam sebuah Negara. Karena kebijakan fiskal mengalami perkembangan yang luas, bukan hanya saja untuk mengatasi pengangguran, tetapi lebih luas lagi sebagai kebijakan ekonomi luar negri ( ekonomi internasional). Sehingga kebijakan fiskal sering disebut juga sebagai “politik ekonomi”. Apa lagi kebijakan fiskal di Negara-negara maju (terutama barat) sebagai syarat dalam meningkatkan pertumbuhan ekonominya.

1 M.Suparmok, Keuangan Negara Dalam Teori dan Praktek, Cet.VII, BPFE, Yogyakarta, 1997, Hlm.256

2 Paul A.Samuelson dan wiliam Nordhaus, Macroeconomics, Alih Bahasa Haris Munanandar, Dkk, Makroekonomi , Erlangga, Jakarta, 1996, Hlm.344

3 Richard A Musgrave dan Peggy B Musgrave, Keuangan Negara dalam teori dan praktek, Edisi 5,,Alih Bahasa Alfonsus Sirait) Erlangga, 1993,hlm.5

4Wirasasmita (dkk), Kamus Lengkap Ekonomi, Pioner Jaya, 1999, Bandung, halaman 177

5 MA Mannan, Islamics Economics, theory and practice, Alih Bahasa M.Nastangin, Teori dan Praktek Ekonomi Islam, cet VII, Pt Dana Bhakti Wakaf, Yogyakarta, 1995, Hlm.230

6 Ani Sri Rahayu, Pengantar Kebijakan Fiskal, Bumi Aksara, Jakarta, 2010,Hal. 2

7 Pada masa yang dikenal dengan the great depression itulah teori kebijakan fiskal pertama kali muncul karena tidak mampunya kebijakan moneter dalam menanggulang depresi . kebijakan moneter biasanya berguna untuk merangsang kegiatan individu dan swasta . pada saat terjadi pengangguran dan harga-harga turun (depresi), maka cara yang ditempuh kebijakan moneter dapat dengan menambah uang yang beredar lewat politik diskonto dengan menurunkan tingkat bunga,atau menurunkan dekong (reserve requirement) atau dengan poitik pasar tebuka, dimana pemerintah membeli surat berharga. lihat. Soediyono R.Ekonomi Makro pengantar Analisa Pendapatan Nasional, Liberty, Yogyakarta. 1992. hlm.95

8 http://rasiam.multiply.com/journal/item/11 25 desember 2010. 9:06 am

9 Suparmoko,op.cit, Hlm.257

About Anas Malik

Ekonomi Syariah solusi untuk Perekonomian dunia

Diskusi

One thought on “Pengertian Kebijakan Fiskal

  1. terima kasih atas informasi tentang bahasan di atas,

    Posted by musawar | Agustus 25, 2012, 11:07 am

Kritik dan Saran

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Pos-pos Terbaru