:)
Selamat Membaca...Semoga Bermanfaat.
Kajian Ekonomi Islam, Mikro-Makro Islam

Sistem Ekonomi Islam


Oleh: Anas Malik

Sistem Ekonomi Islam

Ilmu ekonomi Islam merupakan ilmu pengetahuan sosial yang mempelajari masalah ekonomi rakyat yang dilhami oleh nilai-nilai Islam. Sejauh mengenai masalah pokok, hampir tidak terdapat perbedaan apapun antara ilmu ekonomi Islam dan ilmu ekonomi modern. Andaipun ada perbedaan itu terletak pada sifat dan volumenya (M. Abdul Mannan; 1993). [6]

Menurut Umer Chapra sebagaimana kutip oleh Muhammad Hidayat mengatakan. [7]

” Islamic Economics was defined as that branch of knowledge whic helps realize human well-being through an allocation and distribution of scare resourcesthat is in confirmity with Isalamics teachings without unduly curbing individual freedom or creating continued macroeconomic and ecological imbalances”.

“Ekonomi Islam didefinisikan sebagai sebuah pengetahuan yang membentuk upaya realisasi kebahagiaan manusia melalui alokasi dan distribusi sumber daya yang terbatas yang berada dalam koridor yang mengacu pada pengajaran Islam tanpa memberikan kebebasan individu (laissez faire) atau tanpa perilaku makro ekonomi yang berkesinambungan dan tanpa ketidak seimbangan lingkungan.”

Ajaran Islam tentang ekonomi memiliki prinsip-prinsip yang bersumber Alquran dan Hadits. Prinsip-prinsip umum tersebut bersifat abadi, seperti prinsip tauhid, adil, maslahat, kebebasan dan tangung jawab, persaudaraan, dan sebagainya, Dalam Islam, tujuan dalam kegiatan ekonomi hanyalah merupakan target untuk mencapai tujuan yang lebih tinggi, yakni kehidupan hidup di dunia dan di akherat sekaligus.

Dari berbagai sistem ekonomi yang ada saat ini, sistem ekonomi Islam yang dianggap sebagai pendatang baru dalam kancah perekonomian dunia, padahal ekonomi Islam sudah ada lebih dari 14 abad yang lalu, semenjak Nabi Muhammad mulai memperkenalkan Islam pada masyarakat Mekah, dibandingkan dengan sistem ekonomi lainya yang baru berkembang sekitar abad 17 ( kapitalisme dan sosialisme). walaupun dianggap baru tetapi keberadaanya sudah dapat dimanfaatkan, dengan bertumbuh pesat lembaga-lembaga keuangan Syariah, lembaga pendidikan yang membuka studi ekonomi Islam, maupun pentingnya religiusitas dalam ber-ekonomi.

Prinsip dasar sistem ekonomi Islam. [8]

1. Kebebasan individu

Individu mempunyai hak kebebasan sepenuhnya untuk berpendapat atau membuat suatu keputusan yang dianggap perlu dalam sebuah negara Islam, karena tanpa kebebasan tersebut individu muslim tidak dapat melaksanakan kewajiban mendasar dan pentingdalam menikmati kesejahteraan dan menghindari terjadinya kekacauan dalam masyarakat.

2.Hak terhadap harta.

Islam mengakui hak individu untuk memiliki harta. Walaupun begitu Islam memberikan batasan tertentu supaya kebebasan itu tidak merugikan kepentingan masyarakat.

3.Ketidaksamaan ekonomi dalam batas yang wajar.

Islam mengakui adanya ketidaksamaan ekonomi di antara setiap individu tetapi tidak membiarkannya menjadi luas, ia mencoba menjadikan perbedaan tersebut dalam batas-batas yang wajar, adil dan tidak berlebihan.

4.Kesamaan Sosial.

Islam tidak menganjurkan kesamaan ekonomi tetapi ia mendukung dan menggalakan kesamaan social sehingga sampai bahwa kekayaan negara yang dimiliki tidak hanya dinikmati oleh sekelompok tertentu masyarakat saja.

5.Jaminan Sosial

Setiap individu mempunyai hak untuk hidup dalam sebuah Negara Islam, dan setiap warga negara dijamin untuk memperoleh kebutuhan pokoknya masing-masing.

6.Distribusi kekayaan secara meluas.

Islam mencegah penumpukan kekayaan pada kelompok kecil tertentu orang dan menganjurkan distribusi kekayaan pada semua lapisan masyarakat.

6.Larangan menumpuk kekayaan.

Sistem ekonomi Islam melarang individu mengumpulkan harta kekayaan secara berlebihan dan mengambil langkah-langkah yang perlu untuk mencegah perbuatan yang tidak baik tersebut supaya tidak terjadi dalam negara.

1. Kesejahteraan individu dan masyarakat.

Islam mengakui kesejahteraan individu dan kesejahteraan sosial masyarakat saling melengkapi satu dengan lain, bukannya saling bersaing dan bertentangan antar mereka, maka sistem ekonomi Islam mencoba meredakan konflik ini sehingga terwujud kemanfaatan bersama.

1.Afzalur Rahman, Economic Doctrine of Islam, Alih Bahasa, Soeroyo dan Nastangin, Doktrin Ekonomi Islam, jilid I, Pt. Dana Bakti Wakaf, Yogyakarta, 1995,hm8
[2] MA Mannan, Islamics Economics, theory and practice, Alih Bahasa M.Nastangin, Teori dan Praktek Ekonomi Islam, cet VII, Pt Dana Bhakti Wakaf, Yogyakarta,1995, Hlm.

[3] Mohamad Hidayat, An Introduction to The Sharia Economic, Zikrul, Jakarta,2010, Hlm, 19

4] Afzalur Rahman, op.cit, Hlm. 8

About Anas Malik

Ekonomi Syariah solusi untuk Perekonomian dunia

Diskusi

Belum ada komentar.

Kritik dan Saran

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Pos-pos Terbaru