:)
Selamat Membaca...Semoga Bermanfaat.
Mikro-Makro Islam

SISTEM EKONOMI DUNIA


Oleh: Anas Malik,SE,I

Sistem Ekonomi

Sistem didefinisikan sebagai suatu organisasi berbagai unsur yang saling berhubungan satu sama lain. Unsur-unsur tersebut juga saling mempengaruhi dan saling bekerja sama untuk mencapai tujuan tertentu. Dengan pemahaman semacam itu, maka kita bisa menyebutkan bahwa sistem ekonomi merupakan organisasi yang terdiri dari bagian-bagian yang saling bekerja sama untuk mencapai tujuan ekonomi.

Sistem Ekonomi Kapitalisme

Paham Kapitalisme berasal dari Inggris abad 18, kemudian menyebar ke Eropa Barat dan Amerika Utara. Sebagai akibat dari perlawanan terhadap ajaran gereja, tumbuh aliran pemikiran liberalisme di negara Eropa Barat. Aliran ini kemudian merambah ke segala bidang termasuk bidang ekonomi. Dasar filosofis pemikiran ekonomi kapitalis bersumber dari tulisan Adam Smith dalam bukunya “An Inquiry into the Nature and Causes of the Wealth of Nations” yang ditulis pada tahun 1776. Isi buku tersebut sarat dengan pemikiran tingkah laku ekonomi masyarakat, yang kemudian menjadi sistem ekonomi, dan mengakar menjadi ideologi yang mencerminkan gaya hidup (way of life).

Milton H. Spencer (1977), dalam bukunya Contemporary Economics, sebagaimana di kutip oleh Veithzal Rivai: “Kapitalisme merupakan sebuah sistem organisasi ekonomi yang dicirikan oleh hak milik privat (individu) atas alat-alat produksi dan distribusi (tanah, pabrik-pabrik, jalan-jalan kereta api, dan sebagainya) dan pemanfaatannya untuk mencapai laba dalam kondisi yang sangat kompetitif.” Hak milik swasta merupakan elemen paling utama dari kapitalisme. Pemberian hak pemilikan atas harta kekayaan memenuhi tiga macam fungsi ekonomi penting. Para individu memperoleh perangsang agar harta mereka dapat dimanfaatkan seproduktif mungkin. Hal ini sangat mempengaruhi distribusi kekayaan serta pendapatan, karena setiap individu diperkenankan untuk menghimpun harta dan memberikannya kepada para ahli waris secara mutlak apabila mereka meninggal dunia. Ia memungkinkan laju pertukaran yang tinggi, karena mereka memiliki hak pemilikan atas barang sebelum hak tersebut dapat dialihkan kepada pihak lain. [1]

Dengan demikian kapitalisme sangat erat hubungannya dengan pengejaran kepentingan individu. Bagi Smith bila setiap individu diperbolehkan mengejar kepentingannya sendiri tanpa adanya campur tangan pihak pemerintah, maka ia seakan-akan dibimbing oleh tangan yang tak nampak (the invisible hand), untuk mencapai yang terbaik pada masyarakat. Kebebasan ekonomi tersebut juga diilhami oleh pendapat Legendre yang ditanya oleh Menteri keuangan Perancis pada masa pemerintahan Louis XIV pada akhir abad ke 17, yakni Jean Bapiste Colbert. Bagaimana kiranya pemerintah dapat membantu dunia usaha?, Legendre menjawab: “Laissez nous faire” (jangan mengganggu kita, kata ini dikenal kemudian sebagai laissez faire. Dewasa ini prinsip laissez faire diartikan sebagai tiadanya intervensi pemerintah sehingga timbulah: individualisme ekonomi dan kebebasan ekonomi. [2]

Prinsip-prinsip dasar dari sistem ekonomi kapitalis adalah: [3]

1. Kebebasan memiliki harta secara perseorangan.

Setiap negara mengetahui hak kebebasan individu untuk memiliki harta perseorangan, setiap individu dapat memiliki, membeli dan menjual hartanya menurut apa yang dikehendaki.

2.Kebebasan ekonomi dan persaingan bebas

Setiap individu berhak mendirikan, mengorganisasi dan mengelola perusahaan yang di inginkan. Individu juga berhak terjun dalam semua bidang perniagaan dan memperoleh sebanyak-banyaknya keuntungan. negara tidak boleh ikut campur tangan dalam semua kegiatan ekonomi yang bertujuan untuk mencari keuntungan, selagi aktivitas yang dilakukan itu sah dan menurut peraturan undang-undang.

3.Ketimpangan ekonomi

Dalam sistem ekonome kapitalis, modal merupakan sumber produksi dan sumber kebebasan. Individu-individu memiliki modal lebih besar akan menikmati hak kebebasan yang lebih baik untuk mendapatkan hasil yang sempurna. Ketidaksamaan kesempatan mewujudkan jurang perbedaan diantara golongan orang kaya bertambah kaya dan yang miskin bertmbah miskin.

Sistem Ekonomi Sosialisme

Dalam kehidupan sehari-hari istilah sosialisme digunakan dalam banyak arti. Istilah sosialisme selain digunakan untuk menunjukkan sistem ekonomi, juga digunakan untuk menunjukkan aliran filsafat, ideologi, cita-cita, ajaran-ajaran atau gerakan. Sosialisme sebagai gerakan ekonomi muncul sebagai perlawanan terhadap ketidak adilan yang timbul dari sistem kapitalisme.

John Stuart Mill (1806-1873), menyebutkan sebutan sosialisme menunjukkan kegiatan untuk menolong orang-orang yang tidak beruntung dan tertindas dengan sedikit tergantung dari bantuan pemerintah. Sosialisme juga diartikan sebagai bentuk perekonomian di mana pemerintah bertindak sebagai pihak yang dapat dipercaya oleh masyarakat, dan menasionalisasikan industri besar dan strategis seperti pertambangan, jalan, dan jembatan, kereta api, serta cabang-cabang produk lain yang menyangkut hajat hidup orang banyak. Dalam bentuk lengkap sosialisme melibatkan pemilikan semua alat produksi, termasuk di dalamnya tanah pertanian oleh negara, dan menghilangkan milik swasta. Dalam masyarakat sosialis hal yang menonjol adalah kolektivisme atau rasa kerbersamaan. Untuk mewujudkan rasa kebersamaan ini, alakosi produksi dan cara pendistribusian semua sumber ekonomi diatur oleh negara. [4]

Prinsip–prinsip dasar sistem ekonomi sosialis. [5]

1.Pemilikan harta oleh negara

Seluruh bentuk produksi dan sumber pendapatan menjadi milik negara atau masyarakat keseluruhan. Hak individu untuk memiliki harta atau memanfaatkan produksi tidak diperbolehkan. Dengan demikian individu secara langsung tidak mempunyai hak kepemilikan.

2.Kesamaan ekonomi.

Sistem ekonomi sosialis mengatakan bahwa hak-hak individu dalam suatu bidang ekonomi ditentukan oleh prinsip kesamaan. Setiap individu sediakan kebutuhan hidup menurut keperluan masing-masing.

3.Disiplin politik.

Untuk mencapai tujuan diatas, keseluruhan negara diletakan dibawah peraturan kaum buruh, yang mengambil alih semua aturan produksi dan distribusi. Kebebasan ekonomi serta hak kepemilikan harta dihapuskan sama sekali.

Sistem Ekonomi Islam

Ilmu ekonomi Islam merupakan ilmu pengetahuan sosial yang mempelajari masalah ekonomi rakyat yang dilhami oleh nilai-nilai Islam. Sejauh mengenai masalah pokok, hampir tidak terdapat perbedaan apapun antara ilmu ekonomi Islam dan ilmu ekonomi modern. Andaipun ada perbedaan itu terletak pada sifat dan volumenya (M. Abdul Mannan; 1993). [6]

Menurut Umer Chapra sebagaimana kutip oleh Muhammad Hidayat mengatakan. [7]

” Islamic Economics was defined as that branch of knowledge whic helps realize human well-being through an allocation and distribution of scare resourcesthat is in confirmity with Isalamics teachings without unduly curbing individual freedom or creating continued macroeconomic and ecological imbalances”.

“Ekonomi Islam didefinisikan sebagai sebuah pengetahuan yang membentuk upaya realisasi kebahagiaan manusia melalui alokasi dan distribusi sumber daya yang terbatas yang berada dalam koridor yang mengacu pada pengajaran Islam tanpa memberikan kebebasan individu (laissez faire) atau tanpa perilaku makro ekonomi yang berkesinambungan dan tanpa ketidak seimbangan lingkungan.”

Ajaran Islam tentang ekonomi memiliki prinsip-prinsip yang bersumber Alquran dan Hadits. Prinsip-prinsip umum tersebut bersifat abadi, seperti prinsip tauhid, adil, maslahat, kebebasan dan tangung jawab, persaudaraan, dan sebagainya, Dalam Islam, tujuan dalam kegiatan ekonomi hanyalah merupakan target untuk mencapai tujuan yang lebih tinggi, yakni kehidupan hidup di dunia dan di akherat sekaligus.

Dari berbagai sistem ekonomi yang ada saat ini, sistem ekonomi Islam yang dianggap sebagai pendatang baru dalam kancah perekonomian dunia, padahal ekonomi Islam sudah ada lebih dari 14 abad yang lalu, semenjak Nabi Muhammad mulai memperkenalkan Islam pada masyarakat Mekah, dibandingkan dengan sistem ekonomi lainya yang baru berkembang sekitar abad 17 ( kapitalisme dan sosialisme). walaupun dianggap baru tetapi keberadaanya sudah dapat dimanfaatkan, dengan bertumbuh pesat lembaga-lembaga keuangan Syariah, lembaga pendidikan yang membuka studi ekonomi Islam, maupun pentingnya religiusitas dalam ber-ekonomi.

Prinsip dasar sistem ekonomi Islam. [8]

1. Kebebasan individu

Individu mempunyai hak kebebasan sepenuhnya untuk berpendapat atau membuat suatu keputusan yang dianggap perlu dalam sebuah negara Islam, karena tanpa kebebasan tersebut individu muslim tidak dapat melaksanakan kewajiban mendasar dan pentingdalam menikmati kesejahteraan dan menghindari terjadinya kekacauan dalam masyarakat.

2.Hak terhadap harta.

Islam mengakui hak individu untuk memiliki harta. Walaupun begitu Islam memberikan batasan tertentu supaya kebebasan itu tidak merugikan kepentingan masyarakat.

3.Ketidaksamaan ekonomi dalam batas yang wajar.

Islam mengakui adanya ketidaksamaan ekonomi di antara setiap individu tetapi tidak membiarkannya menjadi luas, ia mencoba menjadikan perbedaan tersebut dalam batas-batas yang wajar, adil dan tidak berlebihan.

4.Kesamaan Sosial.

Islam tidak menganjurkan kesamaan ekonomi tetapi ia mendukung dan menggalakan kesamaan social sehingga sampai bahwa kekayaan negara yang dimiliki tidak hanya dinikmati oleh sekelompok tertentu masyarakat saja.

5.Jaminan Sosial

Setiap individu mempunyai hak untuk hidup dalam sebuah Negara Islam, dan setiap warga negara dijamin untuk memperoleh kebutuhan pokoknya masing-masing.

6.Distribusi kekayaan secara meluas.

Islam mencegah penumpukan kekayaan pada kelompok kecil tertentu orang dan menganjurkan distribusi kekayaan pada semua lapisan masyarakat.

6.Larangan menumpuk kekayaan.

Sistem ekonomi Islam melarang individu mengumpulkan harta kekayaan secara berlebihan dan mengambil langkah-langkah yang perlu untuk mencegah perbuatan yang tidak baik tersebut supaya tidak terjadi dalam negara.

1. Kesejahteraan individu dan masyarakat.

Islam mengakui kesejahteraan individu dan kesejahteraan sosial masyarakat saling melengkapi satu dengan lain, bukannya saling bersaing dan bertentangan antar mereka, maka sistem ekonomi Islam mencoba meredakan konflik ini sehingga terwujud kemanfaatan bersama.

Footnote:

[1]Bahan SEMILOKA Penyusunan Kurikulum Ekonomi Islam Perguruan tinggi Muhammadiyah, Veithzal Rivai, Akselerasi Petumbuhan Ekonomi Indonesia Melalui Pembentukan Program Studi Ekonomi Islam Di Fakultas Ekonomi Perguruan Tinggi Muhammadiyah, Solo, 13 – 14 Februari 2009
[2] Ibid,.
[3] Afzalur Rahman, Economic Doctrine of Islam, Alih Bahasa, Soeroyo dan Nastangin, Doktrin Ekonomi Islam, jilid I, Pt. Dana Bakti Wakaf, Yogyakarta, 1995, hlm.2
[4] Ibid,.
[5] Afzalur Rahman, Op.cit, Hlm .6
[6] MA Mannan, Islamics Economics, theory and practice, Alih Bahasa M.Nastangin, Teori dan Praktek Ekonomi Islam, cet VII, Pt Dana Bhakti Wakaf, Yogyakarta,1995, Hlm.
[7] Mohamad Hidayat, An Introduction to The Sharia Economic, Zikrul, Jakarta,2010, Hlm, 19
[8] Afzalur Rahman, op.cit, Hlm. 8

About these ads

Tentang Anas Malik

Ekonomi Syariah solusi untuk Perekonomian dunia

Diskusi

Satu pemikiran pada “SISTEM EKONOMI DUNIA

  1. apa ada persamaan antara sistem ekonomi kapitalis dengan sistem ekonomi islam mengenai kegiatan ekomominya bung?
    tolong sy dijelaskan secara detail
    trmksih

    Posted by pollenk | Juli 22, 2012, 12:20 am

Kritik dan Saran

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Tulisan Terakhir

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.